hujan dan godaan

jam 5 sore ini daku dah mau pulang dari kantor, mengingat betapa kepala ini nyat0nyut seharian akibat kurang tidur semalam. Tak disangka tak diduga tak dinyana, di luar sana ternyata turun hujan Bro.

Jadi… larilah si saya ke warung, dengan niat ingin menghisap sebatang rokok dan menyeruput secangkir kopi. Ah…. tiba2 kepikir tentang hujan, gimana kalo saya bikin posting-an aja ya??

Masuk lah lagi ke kantor [ujan2-an lagi tentunya] dengan semangat membara. mari kita menulis..

Nah, godaannya adalah: Pas mau login, ternyata password saya salah Bro. waduh…. terancam batal nulis nih?? oke lah, no wat wat. Paksa terus, coba terus, akhirnya berhasil dengan bodohnya minta password reset aja. mulai lah daku menulis.

Godaan berikutnya adalah: Pas sedang manasin jari, otak, dan kibord,,, ehhh orang2 kantor pada balik dengan semangat ’45 lewat depan saya. Wah wah wah, jadi pengen pulang juga nih?? ah, no matter, i’ll continue ajah lah. Selamat lah dari godaan kedua.

eh eh eh, godaan lainya adalah: Pas nulis mulai lancar, ada yang ngajak balik dan membawa berita gembira.. Hujannya berhenti loh!! [fiuhh….] Memang lah, benar-benar asik juga nih digoda bertubi-tubi. Cuek ah, kepalang tanggung, gua mau balik malem aja sekalian.

 

Bro dan Sis, kalian pernah gak, ngerasa bahwa godaan muncul disaat kalian dalam perjalanan memulai atau melakukan sesuatu? Kalau sya sih sering. Sehingga saya punya kesimpulan, bahwa gak ada manusia yang bisa menjalankan semua aktivitas, kegiatan, ataupun rencananya dengan mulus halus, lancar jaya. Semuanya pasti punya faktor penghalang. Tinggal gimana cara kita menghadapinya dan mencari solusinya.

Kemudian Bro, Sis, gimana dengan kalian…. kalo saya sering disaat merasa ‘ganjelan’ datang bertubi-tubi, saya kemudian bertanya-tanya pada diri sendiri dan pada tuhan. Apakah ini ujian buat saya, untuk menilai keseriusan saya? Apakah ini pertanda bahwa apa yang sedang saya lakukan tidak benar dan harus dirubah atau dihentikan? Atau ini merupakan hukuman untuk saya atas kesalahan yang pernah saya lakukan sehingga urusan saya saat ini menjadi tidak lancar? Atau kombinasi ketiganya??

Jadi?? gimana langkah kita setelahnya? mundur? maju? tahan? ataauuuu?

hmm…….. kalo saya sih tetap pada jawaban diplomatis kondisional universal saya (jawaban kojo), yaitu “tergantung”

hehehehe😀

Bagaimanapun… terima kasih tuhan, engkau limpahkan rejeki pada kami dengan menurunkan hujan



About aditbije

finding answer
This entry was posted in ceceran kececer and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to hujan dan godaan

  1. tyas says:

    like it, dit, “jawaban kojo”, hehehee…

    untuk kasus yg sama -nulis blog-, godaan emang gede banget. dan dengan dudulnya aku sering kalah, hehehe…

    • aditbije says:

      hau hau hau…..😀
      orang kantoran si bilangnya “diplomatis” Yas,, tapi orang lapangan bilangnya “ngeles”
      hehehe
      persis seperti sang sosok oportunis sejati, Bajay….
      Sampe-sampe muncul pepatah baru di perbendaharaan kata Indonesia, “Ada celah, ada bajay” bgitu katanya, sangking hebatnya beliau itu ngeles

      Eniwey, dikau pan sibuk lah Yas. Wajar aja kalo lebih sering kalah, karena emang godaannya semakin besar juga🙂

      Keep posting Yas,, saya masi selalu rajin berkunjung ke tempatmu, dan ke tempat mamang Fahmi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s