My First French Press

19 June 2010

Hari ini saya beli suatu alat yang sudah lama saya pengen punya. Sebuah french press atau press pot atau beberapa istilah lainnya. Alat ini berfungsi untuk membantu penyeduhan minuman kopi.

Pulang kerja saya memutuskan untuk pergi ke Mall Matahari Daan Mogot, Jakarta Barat. Tempatnya tidak terlalu jauh dari Batu Ceper, sekitar 10km, ±15 menit perjalan naik motor [Astrea Star, LaLin padat, riding santai]. Tujuan saya adalah toko favorit saya dan Wim (dan para ngoprekholic), Ace Hardware. Memang berangkat dengan niat cari alat itu buat kado ultah my lovely Babe yang semakin hari semakin mantap sense of coffee tasting-nya.

 

Sampai di sana (Mall Matahari) lagi-lagi saya terkesan dengan kehebatan engineering dan realitas pembangunan Indonesia, khususnya Jakarta. Bangunan ini begitu besar dilihat dari luar.. dan seperti biasa hal pertama yang terpikir oleh otak saya setiap melihat sebuah bangunan besar adalah ‘berapa lama kira-kira waktu yang saya perlukan untuk masuk dan mengamati seluruh ruangan dari basement terbawah sampai lantai teratas? Dari ruangan tersempit dan terkotor sampai ruangan terbesar dan termegah’ [hmmm… some how, I tought I should make a special page to share, describe, and facilitate it).

Setelah ketemu Ace Hardware, mulailah perburuan yang tidak konsisten ini. Kenapa tidak konsisten? Karena setiap kali lewat rak berisi hal menarik, saya pasti nyangkut, walaupun hanya beberapa detik. Walhasil rak tempat alat ini baru ketemu setelah hampir 15 menit muter-muter dan itu pun setengah dibantu oleh si mang Ace yang mulai curiga pada pencuri amatir yang sok berdandan perlente pake kemeja rapi dan celana bahan seperti saya😀

Oke, ini dia. Ada 3 pilihan model di sana. Dua model tersedia dalam dua ukuran, besar dan kecil. Sedangkan satu model lainnya hanya tersedia dalam ukuran kecil. Ukuran besar volume gelasnya 600ml – 650ml sedangkan ukuran kecil adalah 300ml – 350ml. Kedua model dengan dua ukuran itu memilki bentuk yang cukup baik dengan rangka dan pegangan terbuat dari chrome plated steel (saya tebak,, karena harganya pasti mahal sekali kalo pake material stailess steel), mekanisme piston rasanya terbuat dari material yang sama kecuali screen-nya saya rasa terbuat dari stainless steel. Sedangkan model yang punya satu ukuran ini (tertulis di sana Classic model) dikombinasi dengan material plastik pada pegangannya. Ketiga barang ini semuanya dikeluarkan oleh KrisChef (dari namanya dan dari tempat jualannya saya tebak ini merupakan produk bagian perusahaan Krisbow, perusahaan ternama di negeri kita yang sudah terkenal membuat berbagai macam perangkat keras berkualitas). Setelah cukup mengamat-amati, saya putuskan untuk sejenak berkeliling sambil berpikir dan mengambil keputusan sekaligus berhitung. Masih ada beberapa review akan produk ini secara teknis. Untuk lengkapnya silakan lihat di category Teknik aja ya.

Setelah berkeliling hampir 1,5 jam, akhirnya saya kembali ke rak itu dan minta tolong mang Ace lainnya untuk asistensi. Beliau membantu saya denga baik dan ramah (thank you Ace Hardware) untuk mencoba dan memilih alat serta mengambilkan stok lainnya. Akhirnya saya putuskan untuk beli 2 buah dengan dua model berbeda, tetapi keduanya yang berukuran kecil saja. Karena memang saya dan Babe jarang ngopi bareng sekaligus satu eRTe, it’s personal consumption only lah. Saya pikir kalo saya dan Babe punya dua model yang berbeda, maka kita bisa saling tukar informasi tentang kualitas alat ini masing-masing (oh yess dude, my old man is a good person to review a stuff, specially a mechanical stuff. He is one of my hundreds great technical master).

Sampai di kost, tanpa ba-bi-bu, saya siapkan perlengkapan perang kopi saya. Finally, I can feel brewing a cup of coffe using a french press. Namun sayang sekali acara ngopinya kurang maknyus karena saya pake Kapal Api yang dibeli dari sebuah warung kecil yang tentu saja dilihat dari warungnya, dari logika alur perdagangan kopi itu sejak dari pabrik sampe ke warung, dari kode produksi dan kadaluarsanya, bisa disimpulkan bahwa itu adalah stok lama, sehingga kesegaran kopinya juga gak maksimum. Sayang kedua adalah gula yang saya pake adalah stok lama juga yang saya beli dari Yogya Pahlawan, Bandung sekitar 4 bulan lalu!! [sial nih, idup sendiri aja sok2an beli gula sekilo sih L]. Gulanya udah basah dan udah bertambah kandungan proteinnya [maksutnya udah campur semut begituuu], hahaha. Sayang yang ketiga adalah acara ngopi tanpa musik jazz karena saya males ngidupin si Mlenging. Sayang beribu sayang yang paling disayangkan adalah acara ngopi + test drive alat ini tanpa kehadiran Nyai Dasima. Ada cerita tersendiri tentang keterkaitan antara Cigarette, Beverages, and Friends.

Begitulah french press pertamaku. Semoga barokah, berguna, berfungsi dengan baik, dan awet. Amin

About aditbije

finding answer
This entry was posted in ceceran kececer and tagged , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to My First French Press

  1. tyas says:

    mana gambarnyaaaaaaaaaahhh??

    btw aku sama fahmi juga lagi kepengen beli alat press kopi yg untuk bikin kopi vietnam itu lohh. mang ace jualan juga gak?

    • aditbije says:

      heuheuheu….
      ntu gambarnya dah nongol jeng
      masngap, masi gaptek ama theme baru, jadi pada semrawut tampilannya

      cari Vietnam drip ya? babe punya di rumah,, beli di bandung deh kayaknya. Dikirim via pos waktu itu. Ntar aku coba carikan info ttg penjualnya.
      Hasil penyeduhan vietnam drip lumayan loh. Alat ini cocok buat nyeduh kopi item. Ekstraksinya lumayan kuat karena waktu kontak air dengan bubuk kopi cukup lama. Coba deh Yas..

      Eniwey,, lu masi ngopi?? awas bebimu loh😀

  2. Zuli says:

    Wah mantap juga ritual membuat kopinya. Saya beli Frech Press di Carefour lumayan murah cuma 34.900 perak mereknya HETAI. Kualitas bahannya saya kira juga sama seperti merek Krischef.

    Soal kualitas material bahan saya kira ada pengaruh ke rasa kopi. Soalnya proses air seduhan kopi (brewing) nya terjadi di dalam tabung gelasdan di tekan pake Plunger. Kalau kualitas bahan Plunger nya terbuat dari Stainless mungkin rasa kopinya jadi tetap terjaga (Sebab bahan stainless lebih tahan karat). Bayangin kalau kopinya bercampur bahan berkarat bisa-bisa kita yang berkarat he he…

    Salam kopi,
    Zuli

  3. aditbije says:

    Pagi Mas Zuli🙂
    sebetulnya masih pake ritual agak konvensional aja, sedang kpengen coba-coba hasil dari penyedukan selain kopi tubruk. malahan pengen pake espresso machin sih,, tapi gak ada duid buat belinya, hehehe

    Merk HETAI ya. Memang saat ini saya lihat mulai banyak beredar beberapa merek. Menguntungkan bagi kita sebagai konsumen karena punya banyak pilihan. Beberapa produk secara tidak bertanggung jawab menggunakan material non-food grade, kebayang kalo minum kopi campur karat pasti kopinya lebih item yah?? hahahahaha

    Salam kopi mas Zuli, mungkin saya akan coba upload lagi beberapa hal lain untuk melengkapi artikel ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s