“Footstep racing” bikin rem belakang gak pakem??

Guys pernah gak pasang footstep racing di motor? Mungkin pada beberapa kasus temen-temen bisa ngerasain kalo rem belakang jadi gak pakem [kecuali yang pake rem cakram, ntar kita bahas yang satu ini]. Lalu muncul lah pikiran2 ngeres sama pembuat footstepnya. Wah jelek ni barang, murahan, gak mutu. Ato ngeres sama mang Montir yang pasang. Gak becus ni masangnya, amatir, bengkel pinggir jalan lah, dsb, dst, jste.

Nah saya pengen berpendapat terhadap kasus ini, barangkali bisa nambah ato setidaknya mengalihkan pikiran ngeresnya ke tempat lain.

Oke, pertama kita lihat dulu konpigurasi sang footstep racing ini

Kira-kira begitu lah bentuk dan pemasangannya.

Mas dan Oom sudah pada tahu cara kerjanya, saat injekan rem dibejek kaki kita maka keseluruhan lengan berwarna biru akan berputar searah jarum jam (CW), niscaya batang penarik bakalan bergerak ke depan lalu lengan rem berputar CW juga (searah jarum jam), sehingga kemudian mengembangkan kampas rem dibalik panel tromol belakang itu.

Kita lihat ilustrasinya. Tapi tunggu dulu, saya ambil pemisalan, rem diinjek dengan posisi motor distandar tegak dan ban belakang menggantung. Saya injak sampai mentok paling bawah, dan rem bisa bekerja dengan sempurna. Maka beginilah ilustrasinya

Nah, pemasangan footstep racing baru [dapet beli pake uang bonus cuy :D] dan penyetelan rem sudah oke nih. Sudah pakem, dan MasBro siap untuk tes jalan, ngebut 125km/jam. Standar dilipat, MasBro naek ke motor, mesin dinyalain dan…. Weit weit, tunggu dulu kita liat apa yang terjadi pada konfigurasinya sekarang

Waktu standar dilipat, ban belakang menyentuh aspal, dan bobot motor jatuh ke ban depan-belakang, maka posisi motor sedikit turun, lengan ayun sedikit naik, sehingga terjadi perubahan konfigurasi -walaupun memang tampak tidak terlalu signifikan- seperti ini

Yak benar, lengan rem akan sedikit (sedikit sekali) berputar berlawanan jarum jam (CCW) karena posisi lengan ayun, panel tromol, dan lengan rem naik relatif terhadap dudukan footstep racing.

Sesungguhnya hal di atas belum tentu tepat, karena saya sendiri hanya melakukan pengamatan visual saat hal ini terjadi (cuma dipelototin aja). Semestinya juga diamati secara terukur supaya bisa dipertanggung jawabkan. Tapi karna saya kesulitan dalam melakukan pengukuran, maka kita minta bantuan mister SolidWorks yang perkasa [ato buat abang-abang yang paham AutoCAD bisa coba bantu saya juga ] untuk buat modeling lewat gambar sederhana.

Garis hitam tebal adalah lengan ayun, yang berputar pada poros lengan ayun titik A. Garis merah adalah batang penarik rem yang menghubungkan lubang batang penarik rem pada footstep racing (titik G), dengan lengan rem (garis biru). Garis putus-putus hitam adalah batas teratas dan terbawah dari gerakan lengan ayun (upper-lower), sedangkan garis putus-putus abu adalah posisi lengan ayun rata air.

Pada ilustrasi A diperlihatkan lengan ayun dalam posisi tergantung. Hal ini bisa terjadi saat motor MasBro distandar tegak seperti cerita di atas tadi. Pada posisi ini dapat dilihat bahwa dengan panjang batang penarik 100 cm maka posisi lengan rem adalah 81° terhadap lengan ayun. Bila posisi seperti ini dicapai dengan menyetel baut batang penarik rem sampai kencang secukupnya, maka bisa diartikan, untuk mulai mendapatkan efek pengereman adalah saat sudut ini melebihi 81° (berputar CW).

Saat motor dilepas dari standarnya maka posisi lengan ayun sedikit naik, ditambah saat dinaiki MasBro maka semakin naik sampai rata air seperti pada ilustrasi B. Coba lihat, sudut antara lengan rem dan lengan ayun menjadi 80,07°, berkurang 1° (berputar CCW sebanyak 1°). Artinya untuk mulai merasakan pengereman, MasBro harus menginjak injekan footstep sebanyak 1° lebih banyak dari setelan semula. Efek penambahan sudut ini yang kemudian terasa di kaki menjadi mengerem lebih dalam dan terasa dalam handling motor seperti rem jadi kurang pakem.

Seperti Mas dan Oom  dah pada paham, kondisi jalan yang beragam membuat lengan ayun naik turun selama pengendaraan motor. Maka setelan rem pun terasa kadang pakem, kadang tidak pakem, kadang malah ngunci, atau bahkan kadang tidak ngerem sama sekali walopun dah diinjek abis toh [awas angkooot! :D].

Sekarang kita misalkan kondisi ekstrim. Suatu hari MasBro anter mamak ke pasar bawa belanjaan, ato nganter Nyai pulang dari kosan temen ngerjain tugas bawa buku dan kertas seabreg, ato abis jemput adek pulang karya wisata bawa oleh2 banyak. So pasti motor kita amblas ke bawah dan lengan ayun naik ekstrim ke atas seperti ilustrasi C. Coba lihat,, untuk mulai dapat mengerem, kita musti memutar lengan rem sebanyak 2,32° lebih banyak dari setelan kita. Wah wah wah, bisa celaka di jalan dong.


Nah, MasBro dan MbakSis, begitulah pendapat saya tentang footstep racing bikin rem belakang jadi gak pakem. Kesimpulannya adalah penambahan jarak injekan kaki pada pengereman rem belakang menggunakan footstep racing pasti terjadi saat posisi lengan ayun naik.

Keputusan untuk tetap menggunakan footstep racing pada kendaraan harian adalah kembali kepada MasBro dan MbakSis. Tentunya ada pertimbangan lain seperti sebesar apa fluktuasi beban yang bakal ditangani oleh kendaran MasBro dan MbakSis. Kondisi jalan yang bakal dilalui seperti apa? Seberapa pentingnya rem belakang untuk MasBro dan MbakSis? Tingkat kemahiran pengendalian motor MasBro dan MbakSis. Dan berjuta pertimbangan lain. Jadi umpama ada pendapat ato analisa lainnya, silaken dibagi untuk saya dan kita pembaca semua.

Oh iya, saya pribadi belum puas sampai analisa segini. Ada beberapa pertanyaan yang mengganjal berkaitan dengannya seperti, Apakah hal ini terjadi juga pada mekanisme rem bawaan pabrikan? Bagaimana mereka (desainer pabrikan) menanggulanginya (bila ada)? Lalu mengapa footstep racing diciptakan? Apakah hal ini terjadi pada penggunaan footstep racing pada lintasan balap? Bagaimana caranya supaya bisa pakai footstep racing tanpa terkena efek ini? Wah wah wah, kita coba utak-atik di postingan berikutnya ya.

Sampai nanti😀


About aditbije

finding answer
This entry was posted in Mekanik, Teknik and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to “Footstep racing” bikin rem belakang gak pakem??

  1. Dhani says:

    Wah manteb artikelnya.. cuma mau nambahin biar rem pakem pakai step underbone untuk rem tromol, ganti batang penariknya dengan model flexible (kawat seling/kabel rem depan honda grand rem depan tromol) dan ujung kabel di ijakan rem dibuat bisa bergerak naik turun (neple poros ungkit bisa dibikin di bengkel bubut).. aku jamin kinerja rem seperti rem standar motor, itu aja masukan dariku…

    • aditbije says:

      trima kasih kunjungannya MasBro Dhani. makasi juga buat komennya🙂

      Apa yang masbro bilang ttg penggunaan kabel rem itu benar. penggunaannya akan menghilangkan efek fluktuasi jarak pengereman,, karena perubahan jarak lengan rem pada tromol dengan lengan pengungkit pada injekan tidak pengaruh ke performa rem. itulah sebabnya mekanisme fleksibel selalu digunakan pada roda depan, karena jarak tromol roda depan dengan jarak setang selalu berubah-ubah sesuai dengan kondisi shock breaker.
      Jadi penggunaan rem kabel dan rem minyak adalah solusi buat masalah ini. Sebenernya saya kpengen bikin artikel ttg itu, tapi karena saya gak pandai meluangkan waktu, makanya postinganya gak jadi-jadi deh😀

      Eniwey, makasi banyak mas Dhani🙂 . nanti saya coba bikin sketsa mekanisme pengungkitnya itu buat dibagi ke temen2 yang tertarik deh. Supaya penggunaan footstep racing lebih nyaman buat harian.

      Temen2 mas bro yang mau komen ato cuma mampir, silaken juga lho mas.
      Makasi😀

  2. Anonymous says:

    ada solusi kalo mau tetep pake besi gak?? hehe

    • aditbije says:

      selamat siang mas anonim🙂
      Gak ada solusi yang tepat untuk kondisi pemasangan menggunakan besi. Solusi paling ideal adalah mendekatkan as batang penarik (yang nempel ke injekan rem) sedekat mungkin ke as lengan ayun (lihat gambar pertama). Semakin dekat posisi kedua as tersebut, maka mekanisme semakin gak terpengaruh oleh ayunan lengan ayun belakang. Untuk contoh yang saya maksud, coba mas lihat footstep nya motor Suzuki TS. Posisi as batang penarik sangat dekat ke as baut lengan ayun.
      Solusi ini tentunya sulit dilakukan karena posisi as tersebut sudah ditentukan oleh produsen footstep underbone.

      Sebagai solusi alternatif, paling mas bisa mengurangi semua kejelekan dari keseluruhan sistem. Seperti: menggunakan batang penarik yang sangat kaku (tidak lentur dan mudah berubah bentuk), menjaga batang injekan rem dapat berputar dengan lancar dan tidak oblak, dan menyetel posisi footstep sebaik mungkin agar pengereman bisa dilakukan dengan nyaman.

      Solusi alternatif lain adalah memperpendek semua lengan. Seperti lengan ungkit di teromol belakang dan lengan injekan rem. Dengan lengan yang pendek, maka pengaruh ayunan juga akan berkurang. Tapi ada efeknya, yaitu, jarak injekan memang jdai lebih pendek, tapi perlu tenaga yang lebih besar.

      Kira-kira begitu mas,,

      keep safety riding ^_^

  3. setelah muter sana sini akhirnya ketemu ma blog ini,. thenks dah dikasih pencerahan dan mengquote bro Dhani,. jadi pengen mencoba😀

    Wah manteb artikelnya.. cuma mau nambahin biar rem pakem pakai step underbone untuk rem tromol, ganti batang penariknya dengan model flexible (kawat seling/kabel rem depan honda grand rem depan tromol) dan ujung kabel di ijakan rem dibuat bisa bergerak naik turun (neple poros ungkit bisa dibikin di bengkel bubut).. aku jamin kinerja rem seperti rem standar motor, itu aja masukan dariku…

  4. noe says:

    gan ane pake footstep underbone ahrs kok remnya blong, knpa ya.?
    Pdahal pmasangan & posisi master remnya jga udah bener
    motor ane new jupiter mx yg double discs

    mohon pnjelasannya

  5. Andri says:

    Mksdny nepel poros ungkit tuh ky gmn yaa mas dhani ??
    Sorry newbie nih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s