soket lampu otomotif

inget celetukan temen waktu jaman masi SMA dulu. “lampu mobil sodara urang mah caang pisan siah. soalna geus make H4 tea” (lampu mobil sodara saya terang banget loh. karena sudah pakai H4)

hmm…. agak tersinggung juga waktu itu. karena perasaan sih waktu itu saya dah rajin otak-atik motor dan sedikit otak-atik mobil babe dan sohib aye si Ges. (biasa lah ego bocah SMA, kagak mau kalah).  Setau saya, H4 tu adalah tipe soketnya, kagak ada pengaruhnya sama terang-redupnya lampu. Secara berasa tukang oprek elektronika juga, saya yakin betul bahwa yang mempengaruhi terang-redup lampu adalah watt-nya. Beruntung, karena masi merasa kurang expert, saat itu saya gak komeng apah-apah. Cuma manggut2 bego aja ngaminin mulut si kawan ini.

Sepanjang perjalanan sejak hari itu, tambah oprek otomotif dan elektronika, akhirnya lama tahun kemudian, tepatnya beberapa jam yang lalu, saya tertarik untuk cari tahu lebih banyak. Awalnya termotivasi oleh cita-cita saya pasang HID di kpalanya Risma. Akhirnya coba2 menjawab pertanyaan dalam kepala, apa sih H4? ada H yang lainnya juga gak? waktu itu pas gua SMA gua bener gak sih?…. dan tengkyu tu angkel gugel, saya dapetin gambar ini dari lumiabulbs.com

 

jenis lampu yang biasa dipakai pada aplikasi otomotif

 

nah looooh… ternyata betul kan [gak betul2 amat siy😀 ]. H4 adalah jenis lampu dengan 2 filamen didalamnya. Satu filamen diberi reflektor untuk memantulkan pijaran kawat ke arah bawah untuk kemudian dipantulkan reflektor rumah lampu ke arah atas (fungsinya untuk lampu jauh). Sedangkan filamen satunya lagi dibiarkan berpijar ke segala arah untuk kemudian dipantulkan langsung oleh reflektor rumah lampu dengan pengaturan tertentu supaya fokus jatuh antara 4-8 meter di depan kendaraan. Soketnya 3 buah plat pipih membentuk huruf U yaitu 1 massa dan masing-masing 1 sumber tegangan untuk setiap filamen. Nah, sebesar apa pijaran filamen itu, bisa dilihat dari daya yang dipakai oleh lampu. Biasanya daya standar yang tersedia pada H4 adalah 45/55Watt dan 90/100Watt (kalo g salah, gw lupa, dah lama g maenan boil), angka yang gede nunjukin daya filamen lampu jauhnya.

Faktanya sodara-sodaraku, ternyata terangnya lampu gak semata-mata ditentukan oleh daya pijar filamen, tetapi oleh banyak hal seperti bahan filamen dan gas pengisi ruang bohlam lampu. Yang saya tau, filamen standar lampu adalah kawat berbahan wolfram. Berbeda dengan yang ditemukan oleh mbah Thomas Alfa Edison pada tahun 1800-an, dia pakai untaian karbon. Kawat wolfram ini akan berpijar dengan terang saat dialiri arus listrik.

Untuk mencegah kawat terbakar, maka kawat dipijarkan dalam ruang hampa udara (syarat api = percikan/bara, bahan bakar, udara). Pada perkembangannya, ruang hampa udara ini diisi dengan gas-gas mulia bertekanan rendah seperti  neon, argon, kripton, atau xenon untuk menghindari kawat cepat putus karena teroksidasi. Ada juga yang diisi dengan gas yang dicampur dengan sedikit unsur halogen, untuk membalikan proses penguapan wolfram.  Nah, lampu jenis ini lah yang dikenal dipasaran dengan nama lampu halogen :)  kalo yang gambar dia atas tadi adalah jenis lampu xenon

wah wah, ternyata jenis lampu banyak juga yah?!?!? trus kenapa gas mulia? ko gak pake asep garpit aja? kenapa halogen? gak helium aja? apa2an ko ada lampu merkuri yang kuning itu? trus, kalo neon di rumah tu apaan? HID buat Risma gimana? pake ballast gak? hmm… betul kata pak Parto (dosen idola): “semakin kita tau, semakin kita sial. karena satu hal baru akan menuntun kita ke kesialan karena tidak tau lanjutannya”. SIALNYA… saya belum bisa jawab pertanyaan2 ntu barusan. Berhubung pasukan Sangkuriang dan Bandung Bondowoso dah mau slese bangun candi, sebaiknya saya berangkat tidur. Karena besok on duty buat kantorku tercinta.

Ane janji mo cari tau jawabannya. Tapi kalo ada kawan yang punya pengetahuan duluan, bagi2 yaaaaaa😀 tararengkyu guys

[pengen pasang HID di Risma kaya bgini🙂, kapan ya?]

 

 

 

High Intensity Discharge  lamp di Risma

 

 

 

 

 

 

Terang maknyus, g takut kejeglong kalo maen malem😀

(agan b167, dipinjem ya gambarnya. dari kaskus, thred ini)

About aditbije

finding answer
This entry was posted in Elektrik, Teknik and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to soket lampu otomotif

  1. maul says:

    wah kren bro, sae pisan..! Bli dmn bro? Brp hrganya? Tararengkyu..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s