terima kasih or tengkyu

pak bos : Bijeh, tugas kemaren sudah selesai?

saya : Sudah pak, saya simpan dalam map biru, di atas meja bapak, di pojok kanan.

pak bos : OK de kalo begitu, tengkyu ya

saya : Ya pak, sama-sama.

Hmm…. ada yang sedikit membuat saya geli dengan percakapan ini. Yo’i, tengkyu ini lah yang bikin saya geli. Kenapa geli? karena menurut saya penggunaannya tidak sesuai aja sih, dan ternyata hal ini telah menjadi sebuah fenomena yang sangat umum ditemukan di lingkungan saya.

Awalnya gak begitu hirau dengan fenomena itu. Saya anggap memang beberapa orang aja yang punya kebiasaan untuk berterima kasih dengan kata tengkyu ini. Tapi ternyata enggak loh. Buanyak banget yang menutup pembicaraan dengan kata sakti ini.

oke de, nanti saya kirim via email ya pak,, tengkyu
bu, harga barang yang terakhir sudah dengan pajak ya? tengkyu
memonya sudah saya CC pak, tengkyu

Hwarakadah….. kenapa sih ko tengkyu? kenapa gak pilih terima kasih, atau makasih, atau kalo yakin ketemu dengan rekan satu daerah pake aja hatur nuhun, matur nuwun, maulite godang, so on so on.

Lho lho, kenapa saya jadi usil?? bgini masalahnya. Kalo satu dua orang sih gapapa. Kali dianya emang biasa berbahasa inggris. Mungkin dianya lulusan Harvard. Bisa jadi si doi berbini bule. Biarlah kalo begitu. Tapi kalo semua orang begini,, hmmm.. ini sih namanya wabah.

Wabah ini seketika jadi lucu, alih-alih menyebalkan.

Rekan kerja, seorang suku Jawa, dengan lidah tebalnya yang sudah terbentuk, sering bicara bahasa Indonesia dengan logat Jawa kental, lha kok melu-melu ber-tengkyu-ria lho?? Bisa dibayangkan bagaimana terdengarnya toh?

Seorang admin, cewek manis, agak cerewet, aseli Tasik-Ciamis, lebih sering ber tengkyu dari pada ber terima kasih. Bicara harian pun (percakapan informal) lebih sering pake bahasa sunda kental,, tapi geningan sarua wae  make tengkyu.

Abang penjual karedok, posisi sekitaran opis, mungkin sangking seringnya ketemu sama rekan2, ya sekali-kali pake tengkyu juga setelah kasi kembalian.

“Thank you” dalam bahasa Inggris berarti terima kasih. Suatu ungkapan yang dinyatakan seseorang sebagai ekspresi untuk memberi penghargaan atas diterimanya suatu pemberian, bantuan, pujian,  dan sejenisnya, kepada seseorang lainnya.

Menurut pronunciation (pelafalan) bahasa inggris yang tepat, thank you dibaca [thangk-yoo], atau pelafalannya menurut IPA-nya (International Phonetic Alphabet) adalah /ˈθæŋkˌyu/.

Tentu saja cara membaca tengkyu dengan ‘e’ yang sama seperti ‘e’ pada ember adalah salah. Apalagi beberapa orang dengan sporadisnya menggabungkan ‘tengk’ dengan ‘yu’ menjadi tengkyu lalu dipisah pada ‘kyu’ lalu dibaca ‘kiyu’,, sehingga lebih terdengar seperti teng kiyu, apakah ini temannya teng baja? ato sodaranya teng-teng blues?

Oke.. oke.. saya minta maaf kalo menyinggung beberapa orang. Tapi sebenernya ini sama sekali gak bermaksud untuk menyinggung lho. Justru saya mengajak temen-temen semua untuk lebih baik. Mari kita mencintai budaya kita sendiri. Mari lebih menghargai keberadaan bangsa sendiri.

Kalau hendak berpartisipasi dalam internasionalisasi, hendaknya lakukan dengan baik dan benar. Yah tidak perlulah sampai ke urusan pelafalan. Setidaknya gunakan bahasa inggris itu dengan niat ingin bisa berbahasa inggris. Bukan karena kpengen gaya, karena latah, karena ikut tren, apalagi karena malu pake bahasa Indonesia.

Sering saya temukan hal-hal lucu seperti ini juga dalam bentuk tulisan. Seperti tersenyum geli saat membaca nota dari sebuah bengkel ternama, disitu tertulis sper pat. Ya… saya tau, kamsutnya tu spare part. Padahal gak ada masalah kalo sang kasir cantik dengan muka terpelajar itu menulis suku cadang disitu.

Huruf pun terkena imbasnya. Seperti terjadi pada percakapan antara seorang dengan kemeja rapi, celana bahan, dan sepatu pantopel mengkilat, yang sedang bicara lewat telepon dengan rekannya.

Si mas: alamat imelnya apa?

Si rekan: alvin et yahu dot kom mas.

Si mas: dieja dong.

Si rekan: a – el – ve – i – en et yahu dot kom mas. a – el – ve – i – en, alvin.

Si mas: pake vi ato apa? maksutnya fanta ato viva nih? (dengan nada nanya yang ayey banget)

Dan si saya yang nguping disebelahnya jadi ikut geli. Namanya ve ya viva kalleee. Kalo fanta itu ef boos. Gak ada yang dilafalkan vi, kecuali dalam bahasa Inggris. Kalo mau ngeyel pake bahasa Inggris, maka jadinya e – el – vi – ay – en, alvin. Bgetooo….😦

Ada juga yang menyisakan tanya di kepala saya. Kenapa orang selalu bilang andu untuk undo, tetapi jarang sekali bilang ridu untuk redo. Begitu pula kita bilang restar bukannya ristar untuk restart😀

Yah, begitulah fenomenanya. Terlihat atau tidak, banyak juga aksi campur-campur di tulisan-tulisan saya ini. Malah beberapa dibuat dengan sengaja, seperti menulis wot ar yu duing in de midel of de nait laik dis.

Hahahaha, mari bangga jadi bangsa Indonesia. Mari dukung internasionalisasi bangsa kita dengan cara yang baik.

About aditbije

finding answer
This entry was posted in ceceran kececer, Sosial dan Budaya and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s