Meteran Bensin Ngaco

John Doe, seorang bule dari eropah dateng ke Jakarta untuk berlibur. Ini kali ketiga dia mengunjungi Indonesia. Sekali ke Bali, dua kali ke Jakarta. Untuk akomodasinya selama disini, dia putuskan untuk nyewa motor bebek ke Bang Paijo, bandar ojek di kampung deket apartment tempat dia tinggal.

Setelah ambil motor, dengan bensin ful-teng, Mr. John Doe keliling Jakarta, menikmati jalan-jalan kota. Bensin habis dalam sehari, kemudian dia isi penuh, jalan-jalan lagi. 5 hari di Jakarta menghabiskan hampir 3 tangki penuh bensin, dia mulai menyadari sesuatu.

“Perasaan, ni motor irit kalo baru diisi bensinnya, tapi jadi boros saat isinya kurang dari setengah? Kenapa ya?” tanya John Doe dalem hati. [beneran bgitu kok, ni bule dah paseh bahasa Indonesianya]. Penasaran, dia pun bertanya sama Paijo tentang pertanyaan di kepalanya, waktu mau balikin motor sewaan sebelum pulang eropah. Dengan berat hati, Paijo menyatakan bahwa dia tidak punya jawaban tentang itu. Dengan seijin Paijo, John Doe membawa motor bebek itu ke bengkel untuk cari tau jawabannya sampe dapet. Dia gak mau pulang bawa penasaran katanya.

Hebatnya si bule ini, dia dapet jawabannya, dan beruntung dia sempet cerita hasil penemuannya pada saya waktu kita ngopi di cafe bandara sambil nunggu pesawatnya berangkat. Jawabannya ada pada sistem penunjuk bensin. Motor tidak berubah jadi tambah boros, tapi sistem penunjukan bahan bakar membentuk psikologis seperti itu pada pengendara. Saya coba ceritakan kembali seperti ini:

Petunjuk isi bensin di dashboard motor bertujuan untuk mengetahui isi bensin di dalam tangki. Dalam benak pengguna motor pada umumnya muncul pemikiran bahwa yang terukur adalah volume bensin. Satu liter, dua liter, tiga liter, dan seterusnya.

Saat membongkar motor, John menemukan bahwa sensor dalam tangki berupa pelampung yang akan mengambang pada permukaan bensin dalam tangki. Hasil pembacaan sensor dikirim ke dashboard untuk kemudian ditampilkan dalam grafik batang (bar graph) pada display digital, atau jarum yang menunjuk susunan garis pada display analog.

Sistem sensor-display ini bekerja secara linear. Artinya besaran yang ditunjukan pada display akan sebanding dengan nilai yang terukur pada sensor, dengan skala yang tetap dari nilai 0% ke nilai 100% – nya. Untuk jelasnya, bisa lihat ilustrasi di samping.

Disimpulkan bahwa yang dibaca oleh sensor bukan volume bensin dalam tangki. Melainkan ketinggian bensin dalam tangki.

Saat bensin masih penuh atau sisa banyak penunjuk bensin turun secara perlahan mengikuti konsumsi bensin saat motor dipakai. Tapi saat sisanya kurang dari setengah, kecepatan turunnya lebih cepat. Hal ini disebabkan oleh bentuk tangkinya itu sendiri. Dia besar di atas, mengecil di bawah.

tengsin (tengki bensin)

Untuk volume sama, yang berpengaruh pada ketinggian bensin dalam tangki adalah luas permukaan tangkinya. Semakin sempit permukaan tangkinya, maka semakin tinggi permukaannya. Semakin luas permukaan tangkinya, maka semakin rendah permukaannya. Hal ini bisa dianalogikan dengan sebotol minuman ringan akan mengisi gelas lebih tinggi pada gelas yang berdiameter kecil, dan akan mengisi lebih rendah pada gelas berdiameter besar (ssstt…. psikologi ini banyak dipake dalam strategi penjualan minuman di cafe atau restaurant lho, makanya gelas2nya biasanya kecil tapi tinggi. Sehingga pengunjung akan berasa dapet minum banyak. Padahal volumenya sama aja :D).

luas permukaan kuning lebih dari luas permukaan merah

Konsumsi bensin saat motor nyala memang bervariasi, tergantung beban motornya. Tapi boleh kita ambil rata2. Misalkan 25 cc per menit (diperoleh dengan asumsi konsumsi bensin adalah 1 liter setiap 40 km perjalanan, dengan kecepatan 60 km/jam). Misalkan permukaan tangki bagian atas adalah 600cm² (kotak 30cm x 20cm), tengah dan bawah adalah 400cm² (20cm x 20cm). Artinya setiap 1cm tinggi bensin, volumenya adalah 600cc bila tangki penuh, dan 400cc bila tangki isi setengah.

Lalu bisa dihitung untuk waktu 1o menit, permukaan bensin akan turun sebesar 0,42cm saat tangki penuh (10menit x 25cc/menit x 1cm/600cc). Sedangkan bila tangki berisi setengahnya, maka permukaan akan turun 0,63cm (10menit x 25cc/menit x 1cm/400cc). Artinya, dengan laju konsumsi bensin yang sama, permukaan bensin akan turun lebih cepat saat isi tangki kurang dari setengahnya. Dengan sistem penunjuk bensin seperti di atas, maka indikator pun akan turun lebih cepat. Hal ini yang kemudian secara psikologis membuat pengendara merasa motornya lebih boros saat isi bensin sudah sedikit.

Sesungguhnya, pabrikan sudah menggunakan penyampaian yang tepat mengenai sensor ini untuk mencegah timbulnya kesalah pahaman pengendara. Pihak pabrikan menggunakan bahasa yang tepat, yaitu sensor tinggi bahan bakar, bukan sensor volume bahan bakar. Hal ini dapat kita lihat pada informasi yang tertera di manual book, seperti pada gambar. Sayangnya, banyak pengendara motor yang gak terlalu suka baca manual book😀

Begitulah hasil penemuan mister John Doe tentang perasaanya pada motor bebek saat di Jakarta sini. Oh, ya, hampir lupa, dia juga bilang bahwa kasus seperti ini hanya akan terjadi pada tangki yang bentuk penampangnya berubah secara signifikan terhadap ketinggiannya. Dan penelitian gak seberapa yang dia lakukan, hanya pada motor bebek doang, gak di motor laki, gak juga di mobil.

Selamat jalan mister John Doe, semoga selamat sampai tujuan.

 

===============================================================

picture source and link

motor ; letmecolor.com ; Link 1
bebek : coloring-pages-kids.com ; Link 2
bensin botol ; mediaindonesia.com ; Link 3
pelampung bensin ; tokoirm.com ; Link 4
ilustrasi ; author prop. ; Link 5
tengsin ; author prop. ; Link 6
tengsin belah ; author prop. ; Link 7
sensor tinggi permukaan bahan bakar ; private ; no link

About aditbije

finding answer
This entry was posted in Mekanik, Teknik and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s